Masyarakat Suku Kamoro di Kabupaten Mimika, Papua menuntut janji Ketua KPU Mimika Yohanes Kemong untuk memberikan porsi 15 kursi dari 35 kursi DPRD Mimika periode 2014-2019 kepada putra-putri Kamoro.
Tokoh masyarakat Kamoro di Timika, John Nakiaya, Jumat mengatakan sangat wajar jika Suku Kamoro dan Amungme yang merupakan dua suku asli di Kabupaten Mimika mendapat porsi terbesar di DPRD Mimika.
"DPRD Mimika itu rumahnya orang Amungme dan Kamoro. Kalau kami menuntut 15 kursi di DPRD Mimika itu wajar karena sebagai pemilik rumah kami punya hak, sedangkan teman-teman lain itu datang sebagai tamu," kata John.
Menurut dia, sangat aneh jika masyarakat Kamoro yang merupakan masyarakat asli Kabupaten Mimika hanya mendapat jatah satu kursi di DPRD Mimika sebagaimana pengumuman ketua kpu mimika, Yohanes Kemong dalam media jejaring sosial.
"Sangat aneh, koq tamu yang potong kuenya, lalu kami yang tuan rumah hanya diberikan satu potong kue," ujar John, mantan Sekretaris Eksekutif Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) yang juga caleg dari Partai Nasdem itu.
John mengatatakan, selama ini masyarakat Suku Kamoro yang menjadi pemilik ulayat atas seluruh wilayah di dataran rendah Mimika sudah memberikan keleluasaan kepada semua orang dari berbagai suku bangsa untuk datang mencari kehidupan yang lebih baik di Timika.
Para tamu yang datang dari berbagai suku bangsa itu, katanya, harus juga sadar bahwa ada pemilik rumah yaitu Suku Kamoro yang juga memiliki hak-hak dasar dalam kehidupan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Mimika.
Masyarakat Kamoro meminta Kapolres Mimika AKBP Jermias Rontini dan Pemkab setempat untuk segera menghadirkan ketua kpu mimika Yohanes Kemong dan empat komisioner KPU Mimika lainnya ke Timika. Pasalnya, sejak rapat pleno penetapan perolehan suara 12 parpol di Hotel Yasmin Jayapura, Jumat (9/5), Yohanes Kemong dan kawan-kawannya seolah menghilang dari Timika.
Jika KPU Mimika tidak mengakomodasi sebanyak mungkin caleg dari Suku Kamoro untuk duduk di kursi DPRD Mimika lima tahun ke depan, warga Kamoro menyatakan siap untuk mengulangi aksi blokade ruas jalan poros yang menghubungkan Timika dengan Pelabuhan Paumako sebagaimana yang dilakukan sejak Senin (12/5) hingga Kamis (15/5) siang.
"Kalau tuntutan kami tidak diperhatikan, kami akan buat aksi ulang," ancam John.
Dalam surat kesepakatan bersama yang ditandatangani sejumlah pihak pada Rabu (14/5), warga kamoro meminta Kapolres Mimika segera menghadirkan Yohanes Kemong dan kawan-kawannya untuk membicarakan soal jatah keterwakilan Suku Kamoro di DPRD Mimika.
warga kamoro memberi kesempatan kepada Yohanes Kemong dan kawan-kawannya untuk segera melakukan klarifikasi hal itu paling lambat hari ini, Jumat (16/5) dan menolak untuk menggelar pertemuan di Jayapura guna menghindari konflik.
Jika Yohanes Kemong dan kawan-kawannya tidak juga kembali ke Timika, masyarakat Kamoro mengancam akan menurunkan massa yang lebih besar dan melakukan aksi blokade jalan penghubung Pelabuhan Paumako-Timika.
Menurut informasi yang dihimpun di KPU Mimika, lima komisioner KPU Mimika hingga saat ini belum menggelar rapat pleno penetapan 35 caleg terpilih DPRD Mimika, tanpa alasan yang jelas.
Padahal sesuai jadwal tahapan KPU secara nasional, penetapan caleg terpilih dilakukan paling lambat hingga Rabu (14/5).(ant/ris)
No comments:
Post a Comment