Mantan Bupati Pamekasan, Jawa Timur, kh kholilurrahman, terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019 tanpa menggunakan politik uang sebagaimana caleg lain.
'Ini karena masyarakat masih ingat prestasi dan perjuangan saya selama menjadi Bupati Pamekasan. Mereka masih memberikan kepercayaan yang besar kepada saya guna melanjutkan perjuangan demi masyarakat,' katanya di Pamekasan, Kamis.
Bupati periode 2008-2013 ini terpilih sebagai wakil rakyat di daerah pemilihan (dapil) XI Madura (Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) setelah meraih dukungan suara terbanyak dibandingkan dengan tujuh caleg PKB lainnya.
Kholil yang juga pengasuh pondok pesantren Matsaratul Huda, Panempan, Pamekasan ini mampu meraih dukungan 146.054 suara, mengalahkan caleg petahana KH Unais Ali Hisyam dan mantan Wakil Bupati Bangkalan Syafik Rofii.
Menurut Kholilurrahman, selain karena kepercayaan masyarakat untuk memilih dirinya menjadi wakil rakyat di DPR RI, juga berkat dukungan yang solid dari masyarakat Madura, para ulama pondok pesantren, tokoh masyarakat dan tim sukses.
'Mereka sudah bekerja keras untuk mengajak masyarakat di Pamekasan khususnya, agar tetapmemiliki komitmen bersama guna melanjutkan agenda pembangunan kerakyatan yang belum tuntas selama saya menjadi Bupati Pamekasan,' katanya.
Mantan Ketua PC Nahdlatul Ulama Pamekasan ini menjelaskan selama melakukan pendekatan kepada masyarakat, dirinya tidak terlalu muluk-muluk, sebab masyarakat sendiri sudah tahu apa yang dilakukan selama dirinya mengabdi kepada masyarakat selama menjadi Bupati.
'Saya selalu terus terang kepada masyarakat, kalau putih saya katakan putih, kalau tidak punya uang, saya katakan tidak punya uang,' imbuhnya.
Di antara caleg terpilih di dapil XI Madura ini, mantan Bupati Pamekasan kh kholilurrahman tercatat sebagai peraih suara terbanyak ketiga di antara delapan caleg terpilih lainnya.
Dua caleg peraih suara terbanyak yang mengungguli kh kholilurrahman adalah Fanny Safriansyah dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan perolehan sebanyak 189.186 suara dan Moh. Nizar Zahro dari Partai Gerindra dengan 159.006 suara.
Kendatipun bukan peraih suara terbanyak di antara delapan caleg terpilih di dapil itu, namun Kholil mengaku bangka, karena tak sepeser pun mengeluarkan uang untuk pemilih, kecuali hanya biaya kampanye, seperti iklan dan sosialisasi kepada masyarakat calon pemilih di Pulau Garam itu.
'Silakan tanyakan kepada seluruh masyarakat di Madura kalau saya sama sekali tidak melakukan money politics, apalagi saya memang tidak punya uang,' tandasnya.
Meski kh kholilurrahman ini bukan peraih suara terbanyak di Madura, tetapi di internal PKB di seluruh Indonesia, perolehan suara dirinya paling banyak.
Dengan perolehan suara terbanyak di PKB itu, Kholilurrahman berpeluang menduduki posisi strategis di parlemen, baik di fraksi ataupun di komisi.
Posisi strategis itu akan memudahkan Kholil untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat serta membawa program-program pemerintah pusat ke Madura.
'Jika saya diberi kepercayaan oleh partai menjabat posisi strategis, saya akan berusaha keras untuk mensejahterakan masyarakat dan membesarkan PKB,' ungkap peraih gelar Doktor Ilmu Administrasi di Universitas 17 Agustus Surabaya ini.(ant/rd)
No comments:
Post a Comment