Lebih dari 30 warga Nusa Tenggara Barat menggelar unjuk rasa di depan kantor gubernur di Mataram, Jumat, guna menyoroti konflik di negara-negara Islam, sekaligus mengajak penduduk dunia berdoa demi terciptanya perdamaian.
Para pengunjuk rasa itu menamakan dirinya Forum Umat Untuk Dunia Islam (Formasi) yang merupakan gabungan dari sejumlah elemen organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan, yang dikoordinir Romi Saefudin, dan Dedi Kurniawan.
Para pengunjuk rasa itu didominasi kaum perempuan, aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) NTB.
Aksi massa itu dijaga aparat kepolisian, guna mencegah kemungkinan anarkis, sekaligus memperlancar lalu lintas karena aksi massa itu digelar di salah satu jalan utama di Kota Mataram.
Dalam aksinya itu, mereka membawa beragam spanduk yang isinya menuding pihak-pihak yang memprovokasi terjadinya konflik di negara-negara Arab dan negara Islam lainnya.
Negara-negara Islam dimaksud antara lain Suriah, Syam, Afrika Tengah, Somalia, Mesir, Palestina, Myanmar, Libya, dan sejumlah negara-negara Arab.
"Ada pembantaian di sana, dan umat menggigil, sehingga kami mengajak penduduk dunia untuk mendoakan terciptanya perdamaian," ujar Romi dalam orasinya di depan pintu gerbang Kantor Gubernur NTB.
Massa aksi mengajak semua pihak untuk berdoa agar konflik di negara-negara Islam itu segera berakhir dengan aksi perdamaian.
Selain itu, mereka mengajak semua pihak untuk mendukung rekonsiliasi negara Islam untuk pembebasan Palestina.
Mereka juga mendesak lembaga internasional agar penjajahan diatas dunia dihapus karena melanggar hak asazi manusia dan tidak berprikemanusiaan.
"Kami juga mengecam tindakan melanggar HAM rezim Basar Al Asad atas penggunaan senjata kimia untuk pembunuhan massal," ujar Dedi, orator lainnya dalam aksi massa itu.(ant/ris)
No comments:
Post a Comment