Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Binjai Sumatera Utara, mengungkapkan dalam lima tahun terakhir ini ada 146 kasus narkoba dengan tersangkanya mencapai 183 orang.
'Ada 146 kasus narkoba dalam lima tahun terakhir ini yang ditangani,' kata Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Binjai AKBP ahmad zaini, di Binjai, Jumat.
Terungkapnya jumlah kasus narkoba di kota Binjai itu, setelah BNNK melakukan sosialisasi penyalahgunaan narkoba bersama Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, kepada warga kelurahan binaan PKK Binjai Utara.
AhmadZaini menjelaskan tujuan diberikannya sosialisasi kepada ibu-ibu PKK dikarenakan ibu adalah pengawas di dalam keluarga dan dilingkungan, yang diharapkan mampu mencegah masuknya peredaran narkoba di dalam keluarga.
Di Indonesia, Narkoba sudah menjadi perhatian yang sangat serius, bahkan menjadi perhatian dunia.
Semakin banyaknya narkoba yang berdedar di Indonesia disebabkan karena semakin banyaknya permintaan. peredaran narkoba di Indonesia dalam waktu 5 tahun terakhir mengalami peningkatan enam kali lipat, dimana usia yang paling banyak menjadi korban narkoba berkisar 15-25 tahun.
Sementara kota Binjai sendiri berada pada peringkat kedua setelah kota Medan yang menjadi kota paling banyak peredaran narkoba di Sumatera Utara.
Satu orang pecandu mampu merusak sendi kehidupan sebuah keluarga besar yang akan berdampak kepada lingkungan masyarakat sekitarnya yang harus dibatasi dengan kebersamaan kita dalam memberantasnya.
Secara terpisah Ketua Tim Penggerak PKK Binjai Lisa Andriani Idaham mengatakan kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu upaya kemitraan yang dibangun oleh pemerintah kota Binjai yang bersinergi dengan 10 program pokok PKK.(ant/rd)
No comments:
Post a Comment